Tips Menghitung Kebutuhan Untuk Instalasi Listrik di Rumah

Listrik merupakan salah satu kebutuhan utama pada kehidupan sehari-hari. Tanpa listrik, rasanya akan sulit untuk melakukan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, rumah kita tentunya juga membutuhkan listrik. Untuk memasang instalasi listrik rumah, kita harus mengetahui seberapa besar kebutuhan listrik di rumah kita. Simaklah tips berikut ini untuk menghitung kebutuhan instalasi listrik di rumah.

1. Mentukan ukuran rumah beserta ruangan di dalamnya.
Hal pertama yang harus dilakukan untuk menghitung kebutuhan instalasi listrik rumah ialah mengetahui ukuran rumah serta ruangan di dalamnya. Agar proses penghitungan kebutuhan listrik lebih mudah, cobalah untuk membuat gambar denah sederhana pada rumah kita.

2. Menyesuaikan instalasi listrik dengan kebutuhan di rumah
Setelah mengetahui ukuran rumah, tentukanlah perlengkapan yang dibutuhkan untuk listrik di rumah kita. Pada umumnya, suatu ruangan akan dilengkapi dengan lampu, saklar, serta stop kontak.

Untuk menentukan jumlah lampu dalam ruangan, sesuaikanlah dengan tingkat pencahayaan ruangan tersebut. Perlu diingat, setiap ruangan memiliki kebutuhan pencahayaan yang berbeda-beda. Salah satu cara menentukan jumlah lampu ialah menggunakan 5 watt untuk setiap m2 luas ruangan. Jadi, apabila ruangan memiliki luas 9m2, maka lampu yang dibutuhkan ialah 45 watt. Setelah mengetahui jumlah lampu, kita dapat menyesuaikan jumlah lampu yang akan dipasang dalam suatu kamar.

Bila sudah mengetahui jumlah lampu yang harus dipasang, kita dapat menyesuaikannya dengan jumlah saklar. Saklar sendiri memliki beberapa jenis seperti saklar tunggal dan saklar ganda. Kita dapat menggunakan jenis saklar yang berbeda sesuai keperluan kita.

Sementara itu, kita juga harus mengetahui jumlah stop kontak yang kita perlukan. Biasanya, kita perlu menyediakan setidaknya satu stop kontak di setiap ruangan. Stop kontak tersebut dapat digunakan untuk peralatan listrik. Apabila berencana memasang stop kontak di kamar mandi, pastikan stop kontak memiliki kualitas yang baik. Stop kontak di kamar mandi juga harus memiliki penutup sehingga dapat tahan air.

3. Menggambarkan diagram instalasi listrik 
Tahap selanjutnya yang harus dilakukan ialah membuat gambar instalasi listrik . Sebenarnya, pembuatan gambar ini tidaklah terlalu rumit. Kita dapat membuat gambar listrik rumah sesuai kemampuan dan kebutuhan kita. Gambar listrik yang kita buat berfungsi memudahkan kita menghitung kebutuhan bahan. Oleh karena itu, cukup gunakan simbol-simbol yang mudah diingat.

4. Menghitung kebutuhan bahan untuk instalasi tersebut 
Langkah terakhir untuk menghitung kebutuhan instalasi listrik ialah menghitung kebutuhan bahan materialnya. Untuk lebih jelasnya, kita dapat melihat contoh berikut.

Terdapat rumah tipe 36 yang akan dipasang instalasi listrik. Rumah tersebut terdiri dari dua kamar tidur ukuran 3m x 2,5m, satu kamar mandi ukuran 1,5m x 1,5m, dapur, ruang tamu, ruang keluarga, serta teras. Berdasarkan bagian-bagian rumah ini, kita dapat menghitung kebutuhan lampu seperti contoh berikut:

a. Masing-masing kamar tidur dipasangi lampu 36 watt.
b. Kamar mandi dipasangi 1 lampu 10 watt
c. Ruang tamu dipasangi 1 lampu 36 watt
d. Ruang keluarga dipasangi 2 lampu 18 watt
e. Teras dipasangi 1 lampu 18 watt
f. Bagian belakang rumah dipasangi 1 lampu 18 watt

Berdasarkan pembagian tersebut, dapat dilihat bahwa rumah ini membutuhkan 9 lampu. Sementara itu, untuk kebutuhan saklar, akan digunakan saklar tunggal dan ganda. Kamar tidur dan kamar mandi menggunakan saklar tunggal. Sementara itu, ruang tamu, teras, ruang keluarga, dapur, serta halaman belakang menggunakan saklar ganda.

Kebutuhan berikutnya yang perlu dihitung ialah stop kontak. Stop kontak akan dipasang di ruang tamu, kamar tidur, kamar keluarga, serta dapur. Selain stop kontak, kita juga membutuhkan kotak sambungan kabel atau embodus. Jumlah kotak embodus akan disesuaikan dengan jumlah sambungan kabel. Setelahnya, barulah kita dapat menghitung jumlah kabel yang dibutuhkan.

Ketika memasang instalasi listrik, kita juga harus memasang pengaman untuk mengantisipasi ketika terjadi korsleting. Pengaman ini disebut dengan MCB. Biasanya, MCB sudah terpasang pada KWh meter yang disediakan PLN. Namun, kita juga disarankan untuk menggunakan alat pengaman anti kontak yang disebut dengan ELCB. MCB hanya berfungsi mengamankan arus berlebih. Sementara ELCB berfungsi mengamankan instalasi dan peralatan listrik dari kebocoran arus. Untuk PLN berdaya 900 watt, kita dapat menggunakan MCB dan ELCB 4 Ampere. Sementara PLN berdaya 1300 Watt dapat menggunakan MCB dan ELCB 6 Ampere.

Sumber: https://duniaberbagiilmuuntuksemua.blogspot.co.id/2017/02/menghitung-biaya-pemasangan-instalasi-listrik-rumah-sendiri.html

Tips Menghitung Kebutuhan Untuk Instalasi Listrik di Rumah Tips Menghitung Kebutuhan Untuk Instalasi Listrik di Rumah Reviewed by Syarifah Aqila An-Najah on 01.32 Rating: 5

1 komentar